Ir. Soekarno, Di Bawah Bendera Revolusi : Tentang Jenghis Khan.

Lewis Gannet, seorang djurnalis Amerika, pernah menulis didalam " New York Tribune " dizaman dulu. Ia berkata : " Hitler tertampak ketjil kalau dibandingkan dengan Napoleon: dan Napoleon, Caesar dan Iskandar Zulkarnain tampak pula ketjil kalau dibandingkan dengan Djingis Khan serta pengganti penggantinja itu, orang orang Asia jang berkuda. "


Begitulah Soekarno membuka tulisannya yang diberi judul " Djingis Khan, Maha Imperialis Asia. Ini tulisannya di media " Pembangun " pada tahun 1941. Kita ingat tahun tahun itu adalah saat berkobar perang dunia kedua. Orang terkagum kagum dengan blitzkrieg-nya Hitler. Orang terpesona dengan orasinya yang berkobar kobar. Banyak yang angkat topi dengan cara dia membangkitkan harga diri Jerman yang kalah perang pada perang dunia pertama. Dan orang ngeri dengan kekejaman yang ditimbulkannya. Banyak juga pengagum Hitler di negeri ini saat itu. Mungkin karena Belanda adalah salah satu korban Hitler. Namun Soekarno memberikan catatan kritisnya untuk Hitler.

Pertama tama dia mematahkan argumen bahwa Hitler-lah  yang terhebat seperti yang kita baca di awal. Soekarno secara terang terangan malah menuduh Hitler dengan strategi blitzkrieg hanyalah meniru Jenghis Khan saat menaklukan bangsa bangsa lain.

Di bagian lain dia menunjukan pemahaman yang mendalam tentang sejarah kelahiran sang Khan sendiri. Lahir dengan nama Temudjin, Ia punja tentara malahan pernah mengamuk ditepi tepinja sungai Djnepr  ditanah Rusia !  Djingis Khan - ia ganti nama Temudjin dengan nama Djingis ( jang artinya maha kuasa) atas permintaannya seorang ahli nudjum jang menudjumkannja ia akan menguasai seluruh dunia.... ( hal 607 ).

Dia akhir tulisan Soekarno mengatakan :
Bangsa Asia jang tuan hina didalam tuan punja buku " mein kampf " itu telah mendahului tuan - lebih dari tujuh ratus tahun jang lalu ! 

>> Dapatkan penawaran khusus buku ' Di Bawah Bendera Revolusi ' jilid pertama cetakan ketiga 1964. Klik disini.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Tapi yg terhebat adalah rakyat Indonesia.
Bangsa Cina pimpinan Jengis Khan hanya kalah perang dua kali, pertama ketika menyerbu Jepang, banyak kapal Cina yg tenggelam karena badai di lautan Jepang (kalah karena faktor alam) dan ketika menyerbu Singasari, Singasari takluk tapi kemudian bangsa Cina kalah perang melawan pasukan Raden Wijaya yg kemudian mendirikan Majapahit. Sejak itu tidak ada serbuan dari bangsa Cina lagi bahkan Majapahit menguasai wilayah yg sangat luas di Nusantara.

Ini tertulis dalam kisah di negeri Cina.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca