Agatha Christie, Rumah Di Tepi Kanal (By The Pricking Of My Thumbs, 1968)

Dramatis. Buku ini terbit pada tahun 1968. Artinya buku ini ditulis oleh seorang Agatha yang telah menemukan kematangannya dalam menulis. Runtut, tidak tergesa gesa, namun dramatis di akhir cerita. Boleh dibilang bukan yang terbaik yang pernah ditulis Agatha Chistie. Tapi kabut yang dibikin di buku ini begitu tebalnya, sehingga anda agak sukar mengira ngira ke mana akhir dari cerita ini. 

De Ja Vu, semacam perasaan masa lalu yang tumbuh dalam jiwa masa kini. Biasanya dipicu oleh sebuah kejadian atau benda. Itu juga yang dialami Mrs. Beresford alias Tuppence saat memandangi sebuah lukisan di Sunny Ridge, Rumah Jompo tempat bibinya tinggal. Perasaan De Ja Vu yang terlalu membekas menyebabkan Tuppence bertekad menemukan rumah di tepi kanal, rumah yang ada dalam lukisan tersebut.

Resensi lengkap, klik di sini.

Agatha Christie, Misteri Listerdale (The Listerdale Mystery,1936)

Lebay. Mungkin ini komentar saya kepada novel Agatha yang ini. The Listerday Mystery merupakan kumpulan cerita pendek. Seluruhnya ada 12 cerita. Hampir seluruhnya roman percintaan. Roman yang... lebay dari kacamata roman percintaan masa kini. Tapi sebenarnya cinta yang murni, pandangan pertama, dan benar benar santun. Mungkin jenis percintaan kakek nenek kita dulu.

The Lysterdale Mystery merupakan kumpulan 12 cerita pendek. Kebanyakan bertemakan roman pecintaan. Selebihnya tentang pencurian permata, orang orang galau, supranatural, dan tiga cerita pembunuhan.

Cerpen pertama berjudul misteri listerdale - yang dijadikan judul novel. Cerita tentang janda ST Vincent, semacam aristokrat yang jatuh miskin. Terpaksa tinggal di lingkungan yang kurang pantas. Barbara, anak gadisnya yang tumbuh remaja, menjalin percintaan dengan lelaki terhormat. Masalah mulai timbul ketika sang pacar meminta bertemu dengan calon mertua. Khawatir sang anak dipermalukan, sang Ibu memutar otak untuk menyewa sebuah rumah yang 'cukup pantas' untuk dipamerkan. 

Resensi selengkapnya, klik di sini.

Lucy (dan Arkhytirema): I am Everywhere...


Hasil gambar untuk lucy

....... mythocondria. Organ dalam tubuh manusia inilah yang menjadi pembeda di antara pergaulan bangsa bangsa di galaksi. Mythocondria adalah organ dalam tubuh yang mempengaruhi tingkat berpikir dan energi. Umumnya manusia sekarang, menurut Kang Dicky, mempunyai tingkat energi 2,5% saja. Karena memang organ mythocondria-nya dibatasi oleh klad untuk selevel itu. Bangsa lemurian dulu mempunyai rata rata penguasaan energi 40%. Makanya mereka dengan mudah mengembangkan teknologi kristal, levitasi, dan telepati. Bangsa lain semisal Bropa bisa mengembangkannya hingga 100%... (Arkhytirema, Kang Dicky).

Aha! tadi malam saya nonton film Lucy, jadi teringat novel Arkhytirema besutan Kang Dicky. Film Lucy (Lucy = dewasa) bercerita tentang penggunaan otak manusia primitif, yang diwakili oleh manusia monyet yang oleh orang jaman sekarang dalam musium dinamai Lucy. Anda boleh membayangkan Lucy seperti dalam teori evolusi Darwin. Ada juga Lucy, bule yang tinggal di Taiwan. Diperankan Scarlett Johanssen, si Lucy nampaknya tipe cewek dugem yang diminta sang pacar, Richard untuk mengantarkan paket ke hotel Regent, hotel mewah di Taipeh. Minta ketemu Mr. Jang, lalu beres, kata Richard. Yang terjadi selanjutnya mengerikan. Richard ditembak di depan hotel, dan Lucy digelandang ke sebuah suite. Emang thriller banget.

Ternyata kelompok si Jang (diperankan Coi Min Suk) yang korea ini (nampaknya mafia telah bergeser dari Triad dan Yakuza) merupakan mafia narkoba internasional dengan pasukan bersenjata tiada ampun. Apa daya seorang Lucy yang teler, dihadapan para pria yang tidak bisa berbahasa Inggris, dan ringan menggampar kapan saja?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...