Agatha Christie, Kubur Berkubah (Dead man's Folly, 1956)


Untuk menutupi kebohongan, seorang pembohong akan menciptakan kebohongan, kebohongan lagi, bohong lagi, lagi dan lagi....
Untuk menutupi pembunuhan, seorang pembunuh akan membunuh lagi, lagi dan lagi.....

Ketenangan Trafalgar 8137, London, terusik ketika telepon berdering. Di ujung sana Adriane Oliver tergopoh gopoh meminta Poirot segera datang ke Nasse House, Nassecombe untuk membantunya dalam sebuah permainan 'pelacakan pembunuhan'. Apa yang mula mula dianggap 'permainan pembunuhan' telah menjadi pembunuhan betulan kepada Marlene Tucker, gadis desa tak berdosa, yang tak seorang pun ingin membunuhnya.

Baca selengkapnya, klik di sini.

8 komentar:

prana mengatakan...

kecuali kalau arsiteknya jadi pembunuh. Sekalian gali pondasi, sekalian kubur mayat, he..he..he...

Anonim mengatakan...

agatha emang sip lah.....

Anonim mengatakan...

asyikan baca Harry Potter. novel kayak gini lemot banget ceritanya, kagak ada eksyen2-nya.

esa mengatakan...

tergantung selera sih.

Yuli mengatakan...

kalo sy sih harry potter suka, agatha jg suka, agatha emang ga menitikberatkan sama eksyen tp sama psikologi kriminal gitu, jd lbh dalem hehe...

Esa Nugraha Putra mengatakan...

setuju banget mbak Yuli.

Dian Retno Sari mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

Gak suka ngga usah baca.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca