Agatha Christie, Mawar Tak Berduri (Sad Cypress, 1939)

Kebohongan, kebohongan, kebohongan! mungkin kata ini paling banyak mewarnai cerita detektif Agatha kali ini. Bila pada resensi resensi sebelumnya kita menikmati jalan cerita berlatar pedesaan Inggris, Kesibukan kota London, Pantai eksotik, kereta trans Eropa, maka kali ini kita melulu disuguhi seting ruang pengadilan. Tapi bukan Agatha kalau tidak menyuguhkan kehebohan. Di ruang pengadilan di bawah sumpah, kebohongan boleh mengecoh juri, tapi tidak Hercule Poirot.

Elinor Carlisle hampir menyatakan diri bersalah di pengadilan. Menyatakan bersalah terhadap pembunuhan Mary Gerrard. Motifnya warisan dan asmara. Tapi kalau benar Elinor tidak bersalah, siapa pembunuh sesungguhnya.

Baca selengkapnya, klik disini.

2 komentar:

Y mengatakan...

suka bgt sama yg ini, org yg tertekan dan stress krn dituduh membunuh hingga hampir aja mengakui pembunuhan yg tdk dilakukannya, mirip sama cerita Towards Zero...

Esa Nugraha Putra mengatakan...

he..he..he...keren dech Mbak yuli. Bisa jadi kritikus paling dahsyat buat nenek Agatha.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca