Pembunuhan di Orient Espress ( Murder in Orient Express, 1933 )

Tak habis habis kekaguman kita terhadap Agatha Christie. Ada saja kejutan yang dihadirkan dari satu novel ke novel lainnya. Kemampuan mengecoh pembaca novelnya tiada tandingan. Jika anda masih merasa ragu, coba baca novel terbitan tahun 1933 ini : ' Murder in Orient Express ( Pembunuhan di Orient Express ).

Seting cerita juga tak kalah asyik. Dimulai dari keberangkatan di Siria ( Suriah ), melewati selat bosporus, berkereta dari Istanbul Turki, sampai kejadian pembunuhan di Yugoslavia ( dulu sebelum pecah ). Setidaknya ini selingan memikat dari novel novel lainnya yang berlatar Inggris. Kali ini detektif kita bepergian sendiri.

Pada saat kereta melintasi Yugoslavia, kereta terhenti karena terhadang salju. Pada saat itulah ribut ribut terjadi. Seorang kewarganegaraan Amerika tewas, terbunuh.......
Baca selengkapnya, klik di sini.



6 komentar:

Anonim mengatakan...

Terimakasih untuk resensinya Pak Esa, boleh saya ajukan satu pertanyaan?
Kenapa ya, Poirot menolak tawaran untuk melindungi sang milyiuner dermawan itu ketika belum terjadi adegan pembunuhan? Tidak mungkin kan alasannya hanya karena M.Poirot tidak suka dengan wajah orang itu.
Sekian pertanyaan dari saya, terima kasih.

Esa Nugraha Putra mengatakan...

Nah jawabannya ada pada posting Agatha Christie mendahului Malcolm Gladwell. Seorang pakar tidak akan mudah dikelabui. Dia dapat membedakan antara patung asli yunani purba dengan hasil rekayasa lab. Seorang pakar Mesir purba dapat membedakan antara tembikar jaman firaun dengan tembikar sama percis buatan Birmingham.Seorang Poirot dapat mengendus seorang pembunuh hanya dengan sekilas pandang. Ini bukan teori omong kosong Agatha. Hampir seabad kemudian Malcolm Gladwell menjelaskan itu dengan teori Blink ( aduh maaf ya jadi seperti menggurui ).

Anonim mengatakan...

Tidak apa apa pak. Terimakasih untuk jawabannya. Jadi pada abad ke-20 Agatha Christie ternyata sudah menerapkan metode membaca wajah lewat novelnya.
Semoga pak Esa selalu sukses, Terima kasih.

Esa Nugraha Putra mengatakan...

sama sama, tapi by the way namanya siapa mas/mbak?

Anonim mengatakan...

o, iya. Nama saya Rico. Maaf tidak memberitahu sebelumnya. Salam kenal

Esa Nugraha Putra mengatakan...

Salam kenal juga mas Rico. Semoga blog ini bisa menyenangkan hati anda. Sekali lagi terima kasih sudah mampir.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca