John Grisham, The Testament.


Seperti halnya film film Hollywood, novel novel karya John Grisham bergaya cepat, efisien, kapitalis sekaligus sok moralis. Namun ada yang lain dari karya ' The testament ' ini. Mungkin untuk pertama kalinya John menjadi lebih kristen di buku ini.

Cerita dimulai dengan penampilan eksentrik milyuner bernama Troy Phelan. Tiga mantan istri dan enam anak sudah banyak bercerita. Bosan, ia merancang bunuh diri dramatis sesaat setelah menulis surat warisan (testamen). Tak satupun dari anak dan istrinya di warisi kekayaan yang ditaksir sebelas milyar dolar. Seluruh kekayaan diwariskan kepada seorang anak yang tidak dikenal. Dan dari sini cerita mengalir.

Anak ini, Rachel lane, boleh dibilang anak haram Troy yang tidak dikenal. Pilihan hidupnya menjadi misionaris di pedalaman Brazil bagi para Indian. Biro hukum (lagi lagi) yang mewakili Troy mengutus Nate O'Rilley untuk mencari pewaris ini. Nate sendiri bukanlah pengacara segar seperti dalam The Firm - novel John lainnya. Ia pesakitan kecanduan miras dan narkotik yang masih dirawat di panti rehabilitasi. Dengan kondisi masih tigaperempat sembuh nate memulai petualangannya dengan menyusuri sungai sungai panjang di perbatasan Brazil - Paraguay. Kalaupun akhirnya beruntung menemukan Rachel, Nate harus kecewa. Rachel tidak menghendaki bagian warisannya.

Sementara di DC anak anak dan mantan istri istri troy terus berkelahi di pengadilan untuk mendapatkan hak warisnya. Josh Stafford sebagai Partner di biro hukum yang mewakili Troy Phelan harus memutar otak guna mencari penyelesaian yang paling elegan.

Novel ini akhirnya ending antara happy dan tidak. Nate menjadi kristen beneran , anak anak dan mantan istri Troy akhirnya dapet juga warisan. Sedang Rachel Lane meninggal karena malaria. Sebagian besar harta dilimpahkan untuk World Thribe, organisasi misionaris. Para pengacara tetap semakin kaya.

Saya merekomendasi anda untuk menikmati novel ini. Nilai tambahnya adalah dimanapun wajah kapitalis selalu memakan korban, dalam hal ini adalah suku suku Indian di pedalaman Brazil. Apakah serupa dengan wajah Freeport di Papua? selamat membaca.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca