Agatha Christie, Mereka Datang Ke Baghdad (They Came to Baghdad, 1951)

Kebiasaan adalah takdir. Victoria Jones memang gadis cantik. Tubuhnya langsing dengan sepasang kaki yang indah. Ia hangat, ramah, dan pemberani. Namun, minta ampun, ia adalah pembohong kelas berat. Ia akan sangat yakin kalau sedang berbohong. Dan hari itu menjadi hari yang mengecewakan buatnya. Ia dipecat dari pekerjaanya sebagai juru steno. Namun ketika sedang merenungi nasib di sebuah cafe, ia bertemu seorang pemuda yang menawan. Sangat menawan. Namanya Edward Goring. Seorang eksekutif muda yang akan segera bertugas di Baghdad, Irak. Mereka berkenalan, dan Victoria jatuh hati.

Baca selengkapnya, klik di sini.


4 komentar:

Dwija mengatakan...

Pertama kali saya baca atas saran teman waktu lepas SMP dulu. Berbeda dengan cerita AC biasanya, tapi saya jadi mengerti bagaimana Inggris dan Amerika sudah melakukan kontra spionase dan mempraktekannya ke wilayah TimTeng khususnya di Irak. AC sangat briliant memadukan drama dan intrik politik serta budaya dalam cerita yang walaupun panjang tapi memikat.

Yuli mengatakan...

Pelajara buat para cewek , jangan mudah percaya cowok ganteng. Setuju bgt mas esa, agatha tampaknya cukup menghormati umat muslim, seperti dlm cerita Kucing di Tengah Burung Dara, meskipun sedikit sinis tp tampaknya dia ckp menghormati keyakinan umat muslim utk selalu berserah kpd Allah.

Anonim mengatakan...

dan poligami juga ya mbak...

Yuli mengatakan...

Di situ diceritakan klo istri si pangeran mengerti bahwa bangsa si pangeran sudah umum memiliki istri lebih dari satu. Tapi tidak diceritakan bahwa si pangeran menikah lagi, cuma digosipkan bahwa si pangeran akan menikah dgn sepupunya. Itupun teman2 si putri sepupu (palsu) nyindir kalo itu cuma si putrinya aja yg kegeeran alias ngarep dotcom karena disana udah kebiasaan utk menikah dgn sepupu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca