Agatha Christie, Buku Catatan Josephine (Crooked House, 1949)

Bagaimana mungkin seorang anak perempuan umur duabelasan bisa terlibat dalam pembunuhan? Hal ini sungguh terjadi menimpa keluarga Leonides, keluarga Yunani tiga generasi yang tinggal di Crooked House. Sang kakek, Aristide, pengusaha yang cukup berhasil. Sementara anak anaknya tidak sesukses yang diharapkan, generasi ketiga malah mengecewakan karena secara pisik dan mental tidak bisa dikatakan sehat. Adalah Charles Hayward, bujangan Inggris tulen yang jatuh hati pada Sophia Leonides. Namun hubungan mereka agak terganggu akibat kematian Aristide, yang dicurigai dibunuh. Sophia memutuskan untuk menunda pernikahan sampai kasus yang menimpa kakeknya menjadi jelas. Alih alih terpecahkan, seorang lagi anggota keluarga terbunuh. Sang nenek dan guru home schooling keluarga Leonides ditahan polisi karena surat cinta terlarang mereka ditemukan. Namun sebuah buku harian mengungkapkan siapa sesungguhnya pelaku pembunuhan.....

Baca selengkapnya, klik di sini.

16 komentar:

Yuli mengatakan...

Saya setuju dgn mas Esa, meskipun Agatha menyukainya, sy sendiri pada dasarnya agak kurang suka menempatkan seorang anak kecil sebagai pembunuh. Tapi saya jg setuju dgn pendapat Agatha yg sering bilang bahwa jiwa yg rusak itu udah rusak dr sononya. Saya percaya seperti halnya bayi yg dilahirkan cacat fisik,maka mental,kepribadian,atau bahkan moral bisa cacat dr sononya. Bukan berarti Allah tdk adil, tp saya menganggap itu semacam ujian dr Allah. Seperti misalnya org yg cacat fisik misal tdk melihat atau tdk mendengar,Allah menguji apakah manusia tersebut bisa sabar dalam menghadapinya. Begitu juga manusia yg lahir dgn cacat moral atau kepribadian misalnya kecenderungan utk mencuri atau menipu atau bahkan membunuh seperti si Josephine,maka Allah sedang mengujinya apakah manusia tersebut mampu menahan diri dan melawan kecenderungan kriminalnya tersebut atau malah mengikuti dorongan kriminalnya itu. Begitu menurut saya.

Esa Nugraha Putra mengatakan...

Dear mbak Yuli. Saya setuju dan tidak setuju. Saya setuju bahwa mbak setuju kita kurang suka tokoh kriminal yang demikian sadis pada usia yang masih belasan.

Saya kurang setuju dengan pendapat ada jiwa yang memang rusak dari sononya. Saya kira Allah sudah dengan fair merilis setiap jiwa dalam keadaan putih bersih.

Adapun jiwa yang putih bersih itu menjadi rusak, adalah pertama tama lingkungan keluarganyalah yang harus bertanggung jawab.

Esa Nugraha Putra mengatakan...

nyambung ya...
Pada dasarnya setiap anak yang sedang tumbuh hanya meniru. Apakah Tuhan tidak fair dengan menempatkan bayi bayi yang lahir pada lingkungan yang berbeda?

Tidak juga. Entah bagaimana, setiap orang diberi kesempatan untuk memilih jalan hidup, dan konsekuensinya.

Sampai di sini saya bingung.

Yuli mengatakan...

Hehe.. iya jg sih mas, soal takdir dan nasib ini emang misteri Ilahi. Dalam agama pun ada beberapa pendapat apakah jalan hidup yang ditempuh manusia itu pilihan manusia masing2 atau sdh ditetapkan Allah ga bisa diubah. Pusing ah, mending baca Agatha lg ah...

Anonim mengatakan...

hmmmm.. kalian ini penggemar Agatha Christie atau bukan..? udah baca buku nya belom?

Harus nya ngerti klo yang di maksud (Jiwa yang rusak...bla bla bla) itu bukan berarti Tuhan ciptain si Josephine itu dari sono nya jahat. Yang di maksud itu, Josephine diciptain cacat mental nya, n org cacat mental itu gampang banget ngelakuin sesuatu yg dia anggap benar.. n karena cacat mental itu makanya dia biasa aja waktu bunuh org..

klo kalian penggemar Agatha, n bukan org yg BARU PERTAMA X baca karya nya.. pasti kalian tau klo Agatha suka pake ungkapan2 di karya nya.. n Jiwa yg rusak... ini salah satu nya.
jangan asal di maknai mentah2... kecuali klian para PENGGEMAR dadakan yang baru baca 1 novel lgsg merasa tau ttg Agatha..

prnh tau ato mgkn prnh ngerasain ga? di setiap org itu ada sisi kejam? ga usah munafik, di masing2 kalian pasti prnh benci sama seseorg n blg dlm hati (coba klo dia mati aja)..nah cacat mental nya si Josephine ini mendukung dia utk ngelakuin pembunuhan.. ga usah jauh-jauh, di Indonesia ada kan kasus2 yg di lakuin sama anak kecil,jd masuk akal kan klo josephine yang mental nya terganggu juga bisa bunuh org?

n klo masalah dia bisa ngelabuin polisi, aku rasa itu masuk akal.. cara pikir anak2 kadang2 lebih cerdas daripada org dewasa yg mikir semua di dunia ini serba ribet, pdhl semua sederhana.. dan lagi pula, dia itu DIKECUALIKAN.. sekali lagi, DIKECUALIKAN oleh polisi karena polisi di cerita ini berpikiran PAYAH seperti kalian, (anak kecil tidak mungkin membunuh)!! dan lagi polisi disini, seperti yg aku blg ttg org dewasa td, suka mikir hal yang serba ribet, seperti motif. Padahal josephine bunuh org cm karena hal2 sepele kan? karena itu dia ga prnh di jadiin tersangka! karena motif nya sepele..

Jadi aku simpulkan disni, kelemahannya bukan berada pada cerita Crooked House, atau Catatan Josephine, atau Josephine's Diary atau Agatha sendiri. Kelemehan terbesar nya dsini adalah cara kalian berimajinasi.

n tolong yg meresensi, klo belom mengerti isi buku ini, jangan bikin resensi yang merusak citra buku ini..

Klo Agatha sang Queen of Crime merasa ini salah satu diantara 2 karya terbaiknya, kenapa anda harus merasa sebaliknya? klo memang harus memunculkan kelemahan dalam sebuah resensi, sebaiknya munculkan sesuatu yang lebih nyata. mungkin akhir ceritanya yang kurang memuaskan.. ato mungkin terlalu banyak adegan percintaan dan lain sebagainya..

terima kasih..

Tertanda,
odie
Penggemar Agatha Christie n Hercule Poirot.

Anonim mengatakan...

oh iya, aku mau nambahin..

salah satu alasan knp Agatha blg ini salah satu karya terbaik n yg dia suka.. adalah karena Agatha, dalam ceritanya, telah menciptakan seorang pembunuh yang belum ada sebelumnya, pembunuh yang jejak nya bahkan tidak terlacak oleh siapa pun, yaitu seorang anak kecil!

Agatha bangga dengan reaksi org ketika mengetahui bahwa pembunuhnya adalah seorang Josephine!

"Jika sejak awal anda tidak mencurigai Josephine, maka anda sama naif dan bodohnya dengan polisi"

"Jika anda sejak awal mencurigai Josephine, maka periksakan diri anda ke Psikiater"

Odie,
Penggemar agatha & hercule poirot

Yuli mengatakan...

Lha si josephine jg cacat mental dr sononya kan, ga dceritain krn kecelakaan ato apa, mknya lo tuh yg mesti bc bener2, jgn sgala sesuatu diartikan bgitu aja. N jgn begitu aja disebut cacat mental krna cacat mental itu kan ada mcm2. Menurutku sih mungkin lbh tepatnya kecenderungan utk melakukan tndk kriminal. Dan AC memang beberapa kali menampilkan tokoh2 yg memang memiliki kecenderungan kriminal sejak kecil seperti tkh pembunuh d Malam Tanpa Akhir, Victor Drake d Kenangan Kematian, pembunuh d Menuju Titik Nol,pembunuh d Misteri Burung Hitam, dan msh bnyk lg. Mereka umumnya dr kecil sdh sering membuat masalah. Ada yg karena menginginkan materi, hdp nyaman, atau yg karena mereka bersifat pendendam. Itulah yg dmaksud jiwa yg rusak dr sononya. Mereka memang punya kecenderungan utk melakukan tndk kriminal dan mudah tergoda utk melakukannya, pdhl mereka umumnya datang dr keluarga baik2, hidup d lingkungan yg baik n mendapat pendidikan yg baik. Klo dsebut cacat mental yg mengakibatkan seperti itu, bnyk jg org yg cacat mental hidup baik2, tau yg benar yg salah. Makanya lo tuh yg jgn memaknai mentah2. Memang tiap org pasti punya sisi kjm, tp lo pasti udah baca donk klo Agatha sering bilang bahwa pada org normal ad semacam rem atau kendali diri yg secara otomatis menahannya utk mewujudkan dlm bentuk tindakan. Misalnya kita membenci seseorang dan bilang kalo dia lbh baik mati. Tp umumnya kita cuma ngomong doang ga terus beneran bunuh org tersebut. Beda sama org2 tadi, kalo mereka berniat membunuh maka niat tersebut terus dilaksanakan karena rem kendali diri mereka tidak berfungsi. Pada kenyataanya d Indonesia jg ada kasus2 seperti itu, anak kcl yg melakukan tindak kriminal, tp tetep aja hati nurani kita miris mendengarnya, kecuali lo ga punya hati nurani n merasa biasa aja mendengar anak2 melakukan tindak kriminal. Oya kalo ga mencurigai josephine berarti naif, mending naif donk daripada musti diperiksa psikiater. Kan justru klo sejak awal mencurigainya, hrs diperiksa psikiater karena ada kemungkinan anda jg punya sifat kejam dan kecenderungan membunuh hingga bisa mengenali sifat itu pada si josephine. Dan klo lo dan Agatha punya pendapat berbeda sama kita emang kenapa? Apakah AC itu Tuhan yg kt2nya adlah hukum? Boleh aja donk kita punya pendapat sendiri. Aku kira Agatha sbagai penulis udah biasa menerima kritik, kenapa lo yg sewot? Justru memberi pujian atau kritik bukti kecintaan dan perhatian terhadap kerya2nya. N lo mesti tau, ak udh baca 80 judul novel2nya n mengoleksi semuanya. Terima kasih.

kiki mengatakan...

kalau saya pribadi sih setuju kalo ini salah satu karya terbaik agatha christie . mengenai dijadikannya anak usia 12 tahun sebagai pelaku memang mengejutkan tapi justru itulah alasannya , menurut saya , buku ini jadi salah satu yg terbaik .

mengenai josephinenya sendiri , buat saya tidak heran kalo melihat sejarah perilaku keluarganya . soalnya kita tahu sifat dan kepribadian juga bersifat nature . ditambah lagi josephine selalu berada di lingkungan rumahnya dan tidak bergaul keluar . sehingga dia mendevelop perilaku kejamnya secara tidak hanya nature tapi juga nurture . sehingga lengkaplah sudah josephine sebagai seorang psikopat atau dalam psikologi antisocial personality disorder (tapi karena josephine masih dibawah 18 tahun , jadi diagnosanya conduct disorder)

dan orang seperti josephine yg menderita gangguan macam ini memang "tidak punya rem" karena dia tidak bisa merasakan empati dan simpati pada orang lain . dia tidak punya rasa bersalah .

dan dari awal memang udah ada clue dari agatha mengenai kecenderungan "kekejaman" baik dari pihak keluarga nenek josephine dan juga kakeknya . yg satu sering nyerempet melanggar hukum dan satu lagi suka bertindak kejam . dan dari anggota keluarga lain tidak ada yg terlihat kebagian 2 sifat "menyimpang" tersebut . jadi memang kalo jeli harusnya bisa menduga pelakunya josephine .

kalo gag curiga sama josephine wajar karena mind set kita secara reflek akan mikir "gag mungkin anak kecil yg melakukan"
tapi kalopun curiga sama josephine bukan berarti harus ke psikiater atau juga sama kejamnya , tapi karena emang toh agatha sudah menebar clue dari awal . asal jeli teliti dan paham saya rasa semua orang bisa menebaknya ~

Esa Nugraha Putra mengatakan...

wah jadi rame nih. Pikir pikir Agatha memberikan 'clue' yang agak rasialis bukan cuma di novel ini saja. di 'Dumb Witness (1937)' Agatha mengatakan hal serupa terhadap orang Yunani dan juga Yahudi. Kalau masalahnya keturunan, lagi lagi saya akan menggugat Tuhan. Mengapa ada keturunan baik, dan mengapa ada keturunan jahat. Bukankah sekali lagi Tuhan bermain tidak fair dalam hal ini.Jadi menurut saya setiap silsilah punya kebaikan dan keburukan, plus minus lah.Yang salah bukan Tuhan, tapi kita yang sering menghakimi, atau membuat stereotip. Di antara anak bangsa saja kita sering mendengar stereotip yang miring kepada suku Batak, Jawa, Madura, Minang,atau suku saya (katanya suku Sunda gemar kawin?).Dan karena perkara ini saya luar biasa berang kalau ada yang menyebut bangsa saya 'indon'. But anyway, I Love Agatha. Kalau saya kurang suka novel Agatha yang ini bukan karena saya orang Sunda.

Esa Nugraha Putra mengatakan...

Apalagi kalau dikatakan orang Sunda yang sakit jiwa.

Efrina Sinaga mengatakan...

Waduhh merusak aja nih. Saya belum baca, kan saya jadi tahu pembunuhnya tuh anak. Tapi thx buat inf. nyaa mas huehehe

Esa Nugraha Putra mengatakan...

Efrina Sinaga, ngerusak banget ya? Tapi kalo ngak baca novel ini sayang. Ini termasuk karya Agatha terbaik. Anggap saja komen komen itu angin lalu..hu..hu..hu...

Efrina Sinaga mengatakan...

sebenarnya makin buat saya penasaran. satu harian saya keliling nyari buku ini kok ga dapetdapet ya mas. malahan disuruh cari di gramed jakarta. pusiiing, mau baca buku aja repot

Esa Nugraha Putra mengatakan...

Cobain nyari di link ini http://buku.tokobagus.com/novel-komik/novel-agatha-christie-10402558.html

Ana Natalia mengatakan...

Saya baca agatha christie dari kelas 3sd.dan crooked house jg saya baca di masa2 itu.menurut saya buku ini bukan karya terbaik,tetapi salah satu karya terbaiknya selain ten little niggers aka and then there were none.klo menurut saya,buku ini bagus karena disini kita dituntut utk berimajinasi lebih,siapa cb yg nyangka klo pelakunya anak kecil.selain novel,dia jg menulis bbrp naskah drama,sayang gk dicetak ulang.untuk yg mencari buku2 lamanya tp edisi cetaknya gk ada,bisa donlot aplikasi di android,free agatha christie book 1,2 dan 3.asli lengkap,tp msh dlm bhs inggris.

Esa Nugraha Putra mengatakan...

Ya mbak Ana, terima kasih sudah mampir.
Beginilah novel ini, melahirkan kontroversi yang panjang dan sedikit panas.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca