Esa Nugraha Putra, Resensi Buku ala Esa.


Posting ini adalah posting ke 100,
sebuah momen yang yang perlu 'dirayakan' secara 'kecil kecilan'. Sesuai dengan motto : blog ini meresensi buku buku yang menurut kami unik dan mengisnpirasi, saya berusaha untuk konsisten mengupdate konten inspirasional dan mudah mudahan unik ( khas, ala Esa ), untuk menghindari kekecewaan pengunjung blog yang mulai berdatangan.

Pertama tama kita diajarkan untuk bersyukur. Rhonda Byrne, mensyaratkan bersyukur sebelum melakukan visualisasi dan berharap dari hukum tarik menarik. Tiba tiba saya tersadar bahwa ayat pertama surat Fatiha adalah instruksi untuk bersyukur. Bagaimana saya bisa melewatkan fakta ini padahal solat dilakukan total 17 rakaat sehari semalam?

Dan hal kedua adalah terima kasih. Saya harus mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah berkunjung ke blog ini hingga total tayangan laman telah mencapai 5000 tayangan sejak di rilis bulan April 2011 ( ah, ini bukan prestasi bagus). Lebih berterima kasih lagi kepada mereka yang telah memberikan komentarnya, sehingga saya memutuskan memberikan hadiah kecil kepada komentar yang dinilai cool....

Yang terakhir adalah mengenai konten. Mula mula saya hanya bikin blog begitu saja tanpa arah yang jelas. Buku yang saya resensipun heterogen jenisnya, mulai dari manajemen, agama, sampai masak memasak. Saya merasa ini konyol.

Saya kemudian mulai mengambil tema 'menginspirasi' dan unik ala Esa untuk resensi yang saya fokuskan pada novel berbagai genre, fiksi, sejarah, konspirasi, kriminal, dan lain sebagainya. Bukan tidak disengaja kalau novel Agatha Christie mendominasi resensi tahun ini. Saya mulai membaca novel novel beliau sejak usia SD. Kejeniusan Agatha telah banyak memberikan isnpirasi untuk membedah tajam persoalan persoalan keseharian kita. Dan, John Grisham, hmmm.... yang ini murni entertainment, lho.

Saya meluangkan banyak waktu untuk membaca ulang Da Vinci Code, karya Dan Brown sebelum meresensi bukunya. Selain penulisannya yang harus hati hati, saya tidak ingin melewatkan kekayaan dialog dialog dan simbologinya. Bagi saya, Novel Brown banyak mengajarkan perlunya riset yang serius dan mendalam untuk penulisan novel.

Akhirnya saya memilih penulis Jepang Eiji Yoshikawa untuk mengisi posting di akhir tahun. Hanya untuk meyakinkan diri bahwa saya telah sedikit berbuat untuk membangun karakter. 

6 komentar:

ana mengatakan...

yayy! selamat untuk posting ke seratusnya! semoga semakin rajin membaca dan menulis review yang menginspirasi dan unik! btw saya juga penggemar Hercule Poirot dan kawan2! :D

arblossom [at] gmail [com]

Esa Nugraha Putra mengatakan...

Terima kasih mbak Ana. Semoga sehat dan bahagia selalu.

inibukukoe mengatakan...

wah... sesuatu sekali itu bang esa *minjem gimmicknya syahrani* hebat lho bisa konsisten posting hingga mencapai angka 100

btw pilihan mengakhiri tahun dengan karya Eiji Yoshikawa waduh... tugas yg berat, itu buat sy lo. tapi smua kembali lagi masalah selera ya.

smangat bang, jgn pernah berhenti posting reviewnya ya bang :-)

Esa Nugraha Putra mengatakan...

Terima kasih mbak Dewi. Semoga sehat dan bahagia selalu.

Yayun Riwinasti mengatakan...

wah udah ke 100 ya...:) semoga makin semangat...!

Esa Nugraha Putra mengatakan...

Terima kasih mba Yayun. Salam untuk keluarga.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca