Meresensi Buku?

Tergelitik juga ketika suatu hari iseng iseng berselancar membuka situs demi situs dengan tajuk resensi buku dan bagaimana cara meresensi buku. Entahlah, saya tidak pernah secara formal belajar cara meresensi buku. Ketika meluncurkan blog RESENSI BUKU ala Esa awal juli 2010, saya tidak menduga akan bertahan sejauh ini dengan lebih dari 100 posting. Hasilnya tidak terlalu jelek. Rata rata trafik kunjungan perhari sampai saat ini adalah 80. Itu berarti banyak yang suka dengan gaya resensi yang saya pergunakan (geer). Bila mengetikan keyword 'resensi buku' di Google, kalau tidak sedang sial, pasti nongol di halaman pertama. Padahal blog ini belum mempraktekkan SEO dengan segala backlink dan marketingnya.


Jadi bagaimana saya menuliskan resensinya? Ketika saya menuliskan sebuah resensi saya berusaha tidak membuat resensi, tapi menceritakan kembali pengalaman bergumul dengan alam cerita dan tokoh tokoh yang terlibat dalam sebuah novel. Dalam keadaan trance, kita terlibat langsung dengan apa yang terjadi dalam sebuah cerita. Menurut saya, inti dari penulisan resensi yang berhasil adalah manakala tulisan tersebut keluar dari hati yang murni, anda apa adanya. Dari mata air yang jernih, percayalah, mengalir air yang jernih. Air yang mengalir tanpa beban, yang menjadikan kita unik, berbeda dengan yang lain.

Jangan berpikir terlalu banyak bila ingin menjadi reviewer. Lakukan saja. Hayati bukunya. Temukan gaya menulis anda sendiri. Berikan yang terbaik untuk pembaca.

Amin.

2 komentar:

sinta nisfuanna mengatakan...

Jangan berpikir terlalu banyak bila ingin menjadi reviewer. Lakukan saja. Hayati bukunya. Temukan gaya menulis anda sendiri. Berikan yang terbaik untuk pembaca.>>> BETUL!

satu lagi poin yang penting dalam meresensi, JUJURLAH :)

Esa Nugraha Putra mengatakan...

he he he betul, jujur, itu dia!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca