Agatha Christie, Lapangan Golf Maut ( Murder on the Link, 1923 ).

' Dia tinggi semampai, bentuk tubuhnya seperti dewi...rambutnya keemasan..memancar...'
'Astaga Poirot, adakah kau lihat dewi itu ?'
'Mon ami, ...yang kau lihat adalah dewi, (tapi) aku hanya melihat seorang gadis yang bermata penuh rasa takut'.


Poirot masih dilanda euforia atas keberhasilan debut pertamanya memecahkan kasus pembunuhan di Styles. Saat ini di kantornya ia sedang membaca sepucuk surat yang datang dari Perancis.

Baca selengkapnya, klik di sini.

8 komentar:

zalfa zakia erni mengatakan...

Buku lapangan golf maut:
trimakasih judul di atas telah diresensi.. Jadi yang membunuh itu Marthe Dambreuil ?. Awalnya aku pikir Ny. Renauld dan anaknya..
Mohon diperjelas motif apa yg menyebabkan Marthe Dambreuil membunuh Tn. Renauld ?

Esa Nugraha Putra mengatakan...

o la la neng Zalfa Zakia Erni, Marthe Dambreuil sejak awal sadar dirinya memang cantik bagai bidadari. Inilah yang bikin Jack Renauld plin plan antara memilih Belia atau Marthe. Namun terdapat perbedaan cara mencinta antara kedua gadis itu. Cinta Belia Duven tulus, sehingga bela belain memusnahkan alat pembunuh berupa belati yang disangkanya milik Jack. Sedangkan Marthe ? Marthe tahu bahwa Jack adalah pewaris tunggal harta keluarga Renauld. Makanya dia sikat si tua Renauld di padang Golf. Maksudnya biar cepet cepet harta diwariskan, dan cepet tuh kawinin si Jack. Poirot tahu itu. Sehingga dia jebak Marthe dengan mengatakan surat wasiat akan diubah, Jack tidak lagi jadi pewaris. Jebakan mujarab, Marthe secepat kilat memutuskan untuk melakukan pembunuhan atas Nyonya Renauld supaya tidak sempat mengubah surat wasiat. Untung ada Poirot.....

Anonim mengatakan...

emang kudu jebak menjebak ya biar tahu si malaikat maut itu yang jahat....atau emang cuma buat meyakinkan ya ...seandainya ditelaah lagi memang Agatha tuh selalu menekankan bahwa sifat jahat diturunkan dari bibitnya ya Yah....biasanya itu yang jadi pedoman saya buat tahu pembunuhnya...untuk deduksi hehehehehehe masih blank biasanya...salam - Irma

esa mengatakan...

Thanks mbak Irma. lagi lagi ditunggu komentar berikutnya.....

Anonim mengatakan...

namanya itu belia duveen atau bella?

esa mengatakan...

anda benar. Bella. thanks

Deeana mengatakan...

Hallo Esa, saya melihat postingan lama ini karena baru saja selesai membaca bukunya. Saya kebetulan tidak membaca terjemahan bahasa Indonesia, melainkan terjemahan bahasa Jerman (terjemahan yang diperbarui, bukan terjemahan awal). Sayang tidak sempat membaca versi bahasa Indonesia nya, tapi saya penasaran diterjemahkan seperti apa dalam bahasa Indonesia, makanya saya iseng cari di internet, dan dapat review ini.

Kalau melihat komentar dari pembaca review ini, kok sepertinya tetap bingung siapa pembunuhnya ya? Juga sempat ga sengaja lihat di Goodreads kalau terjemahan bahasa Indonesia nya membingungkan. Benar ya?

Terima kasih sebelumnya

Diana

Deeana mengatakan...

Hallo Esa, saya melihat postingan lama ini karena baru saja selesai membaca bukunya. Saya kebetulan tidak membaca terjemahan bahasa Indonesia, melainkan terjemahan bahasa Jerman (terjemahan yang diperbarui, bukan terjemahan awal). Sayang tidak sempat membaca versi bahasa Indonesia nya, tapi saya penasaran diterjemahkan seperti apa dalam bahasa Indonesia, makanya saya iseng cari di internet, dan dapat review ini.

Kalau melihat komentar dari pembaca review ini, kok sepertinya tetap bingung siapa pembunuhnya ya? Juga sempat ga sengaja lihat di Goodreads kalau terjemahan bahasa Indonesia nya membingungkan. Benar ya?

Terima kasih sebelumnya

Diana

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca