Dan Brown, Da Vinci Code : Albino (4).

Apakah kau tidak tahu bahwa ( nabi ) Nuh sendiri juga seorang albino ? ( hal 234 ).

Satu lagi kontroversi kecil dari Brown. Nabi Nuh adalah seorang albino. Silas adalah seorang biarawan Opus Dei yang albino. Dibawah bimbingan uskup Aringarosa, Silas menjadi biarawan yang mempraktikkan disiplin cilice, mengenakan rantai berduri yang menghujam tubuh. Mungkin karena beberapa ajaran ekstrim dan sebab sebab lain yang tidak diketahui, Gereja Vatikan memutuskan untuk berhenti mengakui Opus Dei sebagai salah satu prelaturnya. Sebuah tamparan keras untuk Uskup Aringarosa.



Di tengah ancaman pemutusan, Uskup menerima telepon dari 'sang guru' yang memberinya kisikan bagaimana memenangkan pertempuran dengan Vatikan. Secercah harapan, beberapa petunjuk dan jadilah Silas bertindak dibawah arahan Uskup Aringosa dan 'sang guru'.

Dan begitulah, Nyawa Jacques Sauniere melayang di tangan Silas. Perburuan akan Holy Grail itu pula yang membawanya membuntuti Langdon dan Sophie sampai di Puri Teabing. Namun kali ini Silas kena batunya. Dia kena tawan Teabing yang invalid!

Sehingga tinggal pasukan Kapten Fache saja yang masih gigih mengejar trio Langdon, Sophie, dan Teabing. Setelah tahu buruannya telah hengkang ke Inggris, mereka akhirnya terbang berburu ke kota London. Di London, bukan tempat yang mudah bagi trio Langdon-Sopjie-Teabing untuk segera memecahkan rahasia tempat Holy Grail disemayamkan. Malah mereka dikejutkan dengan pengkhianatan Remy yang membebaskan Silas, dan merebut cryptex. Teabing sendiri berbalik ditawan Silas.

Tinggallah Robert dan Sophie yang harus memecahkan kode Cryptex sampai ke pemakaman Sir Isaac Newton. Namun kejutan menanti mereka.....

bersambung.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca