Agatha Christie, Insulin Murder (Agatha diabetes case 2012)

Tidak ada novel Agatha Christie yang berjudul insulin murder. Namun karena akhir akhir ini popularitas diabetes sedang meledak, dan rasanya hampir tiap hari ada saja teman atau handai taulan yang terkena diabetes, maka saya mulai menelusuri apakah Agatha Christie pernah menulis diabetes dalam salah satu novelnya. Eh, ada. Lagian ( jadi malu juga ) saya pernah meresensi novelnya : Crooked House alias Catatan Josephine. Saya akan menuliskannya kembali untuk anda :



Bagaimana mungkin seorang anak perempuan umur duabelasan bisa terlibat dalam pembunuhan? Hal ini sungguh terjadi menimpa keluarga Leonides, keluarga Yunani tiga generasi yang tinggal di Crooked House. Sang kakek, Aristide, pengusaha yang cukup berhasil. Sementara anak anaknya tidak sesukses yang diharapkan, generasi ketiga malah mengecewakan karena secara pisik dan mental tidak bisa dikatakan sehat. Adalah Charles Hayward, bujangan Inggris tulen yang jatuh hati pada Sophia Leonides. Namun hubungan mereka agak terganggu akibat  kematian Aristide, yang dicurigai dibunuh. Sophia memutuskan untuk menunda pernikahan sampai kasus yang menimpa kakeknya menjadi jelas. Alih alih terpecahkan, seorang lagi anggota keluarga terbunuh. Sang nenek dan guru home schooling   keluarga Leonides ditahan polisi karena surat cinta terlarang mereka ditemukan. Namun sebuah buku harian mengungkapkan siapa sesungguhnya pelaku pembunuhan.....

Diluar kebiasaan, Agatha memberikan pengantarnya untuk novel ini. disebutkan bahwa : buku ini salah satu buku favorit saya... salah satu yang terbaik. Namun saya tak sependapat.

Dibanding buku Agatha lainnya, buku ini terlalu standar untuk dikatakan salah satu yang terbaik. Yang mungkin dianggap istimewa dan membedakan dengan novel lainnya adalah pembunuhnya yang masih dibawah umur, dengan kecerdasan kriminal yang melampaui usianya. Agak tak enak menokohkan seorang anak belasan tahun menjadi pembunuh yang bahkan mengelabui polisi. Tapi ini dunia Agatha.

Dan komentar pembaca juga tak kalah serunya :
  1. Saya setuju dgn mas Esa, meskipun Agatha menyukainya, sy sendiri pada dasarnya agak kurang suka menempatkan seorang anak kecil sebagai pembunuh. Tapi saya jg setuju dgn pendapat Agatha yg sering bilang bahwa jiwa yg rusak itu udah rusak dr sononya. Saya percaya seperti halnya bayi yg dilahirkan cacat fisik,maka mental,kepribadian,atau bahkan moral bisa cacat dr sononya. Bukan berarti Allah tdk adil, tp saya menganggap itu semacam ujian dr Allah. Seperti misalnya org yg cacat fisik misal tdk melihat atau tdk mendengar,Allah menguji apakah manusia tersebut bisa sabar dalam menghadapinya. Begitu juga manusia yg lahir dgn cacat moral atau kepribadian misalnya kecenderungan utk mencuri atau menipu atau bahkan membunuh seperti si Josephine,maka Allah sedang mengujinya apakah manusia tersebut mampu menahan diri dan melawan kecenderungan kriminalnya tersebut atau malah mengikuti dorongan kriminalnya itu. Begitu menurut saya.
  2. Dear mbak Yuli. Saya setuju dan tidak setuju. Saya setuju bahwa mbak setuju kita kurang suka tokoh kriminal yang demikian sadis pada usia yang masih belasan.

    Saya kurang setuju dengan pendapat ada jiwa yang memang rusak dari sononya. Saya kira Allah sudah dengan fair merilis setiap jiwa dalam keadaan putih bersih.

    Adapun jiwa yang putih bersih itu menjadi rusak, adalah pertama tama lingkungan keluarganyalah yang harus bertanggung jawab.
    Balas
  3. nyambung ya...
    Pada dasarnya setiap anak yang sedang tumbuh hanya meniru. Apakah Tuhan tidak fair dengan menempatkan bayi bayi yang lahir pada lingkungan yang berbeda?

    Tidak juga. Entah bagaimana, setiap orang diberi kesempatan untuk memilih jalan hidup, dan konsekuensinya.

    Sampai di sini saya bingung.
  4. Hehe.. iya jg sih mas, soal takdir dan nasib ini emang misteri Ilahi. Dalam agama pun ada beberapa pendapat apakah jalan hidup yang ditempuh manusia itu pilihan manusia masing2 atau sdh ditetapkan Allah ga bisa diubah. Pusing ah, mending baca Agatha lg ah...
  5. hmmmm.. kalian ini penggemar Agatha Christie atau bukan..? udah baca buku nya belom?

    Harus nya ngerti klo yang di maksud (Jiwa yang rusak...bla bla bla) itu bukan berarti Tuhan ciptain si Josephine itu dari sono nya jahat. Yang di maksud itu, Josephine diciptain cacat mental nya, n org cacat mental itu gampang banget ngelakuin sesuatu yg dia anggap benar.. n karena cacat mental itu makanya dia biasa aja waktu bunuh org..

    klo kalian penggemar Agatha, n bukan org yg BARU PERTAMA X baca karya nya.. pasti kalian tau klo Agatha suka pake ungkapan2 di karya nya.. n Jiwa yg rusak... ini salah satu nya.
    jangan asal di maknai mentah2... kecuali klian para PENGGEMAR dadakan yang baru baca 1 novel lgsg merasa tau ttg Agatha..

    prnh tau ato mgkn prnh ngerasain ga? di setiap org itu ada sisi kejam? ga usah munafik, di masing2 kalian pasti prnh benci sama seseorg n blg dlm hati (coba klo dia mati aja)..nah cacat mental nya si Josephine ini mendukung dia utk ngelakuin pembunuhan.. ga usah jauh-jauh, di Indonesia ada kan kasus2 yg di lakuin sama anak kecil,jd masuk akal kan klo josephine yang mental nya terganggu juga bisa bunuh org?

    n klo masalah dia bisa ngelabuin polisi, aku rasa itu masuk akal.. cara pikir anak2 kadang2 lebih cerdas daripada org dewasa yg mikir semua di dunia ini serba ribet, pdhl semua sederhana.. dan lagi pula, dia itu DIKECUALIKAN.. sekali lagi, DIKECUALIKAN oleh polisi karena polisi di cerita ini berpikiran PAYAH seperti kalian, (anak kecil tidak mungkin membunuh)!! dan lagi polisi disini, seperti yg aku blg ttg org dewasa td, suka mikir hal yang serba ribet, seperti motif. Padahal josephine bunuh org cm karena hal2 sepele kan? karena itu dia ga prnh di jadiin tersangka! karena motif nya sepele..

    Jadi aku simpulkan disni, kelemahannya bukan berada pada cerita Crooked House, atau Catatan Josephine, atau Josephine's Diary atau Agatha sendiri. Kelemehan terbesar nya dsini adalah cara kalian berimajinasi.

    n tolong yg meresensi, klo belom mengerti isi buku ini, jangan bikin resensi yang merusak citra buku ini..

    Klo Agatha sang Queen of Crime merasa ini salah satu diantara 2 karya terbaiknya, kenapa anda harus merasa sebaliknya? klo memang harus memunculkan kelemahan dalam sebuah resensi, sebaiknya munculkan sesuatu yang lebih nyata. mungkin akhir ceritanya yang kurang memuaskan.. ato mungkin terlalu banyak adegan percintaan dan lain sebagainya..

    terima kasih..

    Tertanda,
    odie
    Penggemar Agatha Christie n Hercule Poirot.
  6. oh iya, aku mau nambahin..

    salah satu alasan knp Agatha blg ini salah satu karya terbaik n yg dia suka.. adalah karena Agatha, dalam ceritanya, telah menciptakan seorang pembunuh yang belum ada sebelumnya, pembunuh yang jejak nya bahkan tidak terlacak oleh siapa pun, yaitu seorang anak kecil!

    Agatha bangga dengan reaksi org ketika mengetahui bahwa pembunuhnya adalah seorang Josephine!

    "Jika sejak awal anda tidak mencurigai Josephine, maka anda sama naif dan bodohnya dengan polisi"

    "Jika anda sejak awal mencurigai Josephine, maka periksakan diri anda ke Psikiater"

    Odie,
    Penggemar agatha & hercule poirot
  7. Lha si josephine jg cacat mental dr sononya kan, ga dceritain krn kecelakaan ato apa, mknya lo tuh yg mesti bc bener2, jgn sgala sesuatu diartikan bgitu aja. N jgn begitu aja disebut cacat mental krna cacat mental itu kan ada mcm2. Menurutku sih mungkin lbh tepatnya kecenderungan utk melakukan tndk kriminal. Dan AC memang beberapa kali menampilkan tokoh2 yg memang memiliki kecenderungan kriminal sejak kecil seperti tkh pembunuh d Malam Tanpa Akhir, Victor Drake d Kenangan Kematian, pembunuh d Menuju Titik Nol,pembunuh d Misteri Burung Hitam, dan msh bnyk lg. Mereka umumnya dr kecil sdh sering membuat masalah. Ada yg karena menginginkan materi, hdp nyaman, atau yg karena mereka bersifat pendendam. Itulah yg dmaksud jiwa yg rusak dr sononya. Mereka memang punya kecenderungan utk melakukan tndk kriminal dan mudah tergoda utk melakukannya, pdhl mereka umumnya datang dr keluarga baik2, hidup d lingkungan yg baik n mendapat pendidikan yg baik. Klo dsebut cacat mental yg mengakibatkan seperti itu, bnyk jg org yg cacat mental hidup baik2, tau yg benar yg salah. Makanya lo tuh yg jgn memaknai mentah2. Memang tiap org pasti punya sisi kjm, tp lo pasti udah baca donk klo Agatha sering bilang bahwa pada org normal ad semacam rem atau kendali diri yg secara otomatis menahannya utk mewujudkan dlm bentuk tindakan. Misalnya kita membenci seseorang dan bilang kalo dia lbh baik mati. Tp umumnya kita cuma ngomong doang ga terus beneran bunuh org tersebut. Beda sama org2 tadi, kalo mereka berniat membunuh maka niat tersebut terus dilaksanakan karena rem kendali diri mereka tidak berfungsi. Pada kenyataanya d Indonesia jg ada kasus2 seperti itu, anak kcl yg melakukan tindak kriminal, tp tetep aja hati nurani kita miris mendengarnya, kecuali lo ga punya hati nurani n merasa biasa aja mendengar anak2 melakukan tindak kriminal. Oya kalo ga mencurigai josephine berarti naif, mending naif donk daripada musti diperiksa psikiater. Kan justru klo sejak awal mencurigainya, hrs diperiksa psikiater karena ada kemungkinan anda jg punya sifat kejam dan kecenderungan membunuh hingga bisa mengenali sifat itu pada si josephine. Dan klo lo dan Agatha punya pendapat berbeda sama kita emang kenapa? Apakah AC itu Tuhan yg kt2nya adlah hukum? Boleh aja donk kita punya pendapat sendiri. Aku kira Agatha sbagai penulis udah biasa menerima kritik, kenapa lo yg sewot? Justru memberi pujian atau kritik bukti kecintaan dan perhatian terhadap kerya2nya. N lo mesti tau, ak udh baca 80 judul novel2nya n mengoleksi semuanya. Terima kasih.

    He he he, seru seru ya komentar penggemar Agatha Christie. Nah kali ini saya bukan hendak memperpanjang kontroversi crooked house,  tetapi menyoroti bagaimana Aristide Leonides dibunuh. Disana diceritakan Aristide dibunuh dengan cara menukar insulin dengan eserin hingga gameover. Akhirnya setiap anggota keluarga Leonides berpotensi menjadi pembunuh sang kakek. Namun yang menarik adalah, Aristide tiap hari harus disuntik insulin alias beliau menderita diabetes tipe 1. Sebenarnya, si pembunuh tidak usah menukar insulin dengan eserinpun, pasti akan berakibat fatal buat Aristide. Lebih cerdik lagi bila si pembunuh hanya menukar insulin dengan air biasa. Hasilnya jauh akan lebih licin. Karena penderita diabetes tipe 1 kalau tidak disuntik insulin, maka dia akan mengalami ketones. Ketones ini terjadi secara alamiah pada penderita diabetes tipe 1 yang lalai menyuntikan insulin karena secara otomatis tubuh tidak bisa mengambil gula dari darah sehingga mengaksesnya dari lemak pada jaringan otot dengan cara pemecahan lemak. Sayangnya pemecahan lemak ini juga diiringi dengan terproduksinya asam ketone yang bersifat toksik, dan mematikan......


Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca