Tuhan dalam Tahun


Hanya karena bumi mengelilingi matahari 365 hari, maka kita menyebutnya 1 tahun. Usia bumi telah mencapai 4,5 miliar tahun. Perahu nabi Nuh (Noah) mendarat 12.000 tahun yang lalu. Noah baru saja meluncurkan album baru setelah vokalisnya vakum 3,5 tahun. Apa arti bilangan bilangan tahun itu ? Usia kita bertambah tiap tahunnya. Lalu mati. Siapa peduli. Orang yang menangisi kematian suaminya dengan dramatis bisa dengan cepat menemukan cinta yang lain di hidupnya. Hanya Muhammad, Yesus, Budha Gautama, yang namanya tetap disebut orang oleh miliaran orang di muka bumi setiap hari. Lainnya, raja raja, konglomerat, tukang perang, tukang ribut, tukang kawin, selebriti, siapa lagi yang akan mengingatnya ? Tak ada. Orang lebih peduli kenaikan gajinya dari pada peduli siapa gubernur DKI yang membangun patung selamat datang Jakarta.

Tapi tahun baru selalu disambut dengan harapan baru. Bahkan sebagian orang merayakannya dengan meriah. Momentum tahun baru dimanfaatkan untuk mengadakan refleksi atas apa yang telah kita perbuat setahun belakang. Mungkin ini salah satu maksud Tuhan menciptakan tahun. Coba anda perhatikan, bedanya Tuhan dengan Tahun cuma bolak balik huruf.

Blog ini, pada tempatnya bila juga menyambut tahun yang baru. Ini tahun keempatnya mengudara di belantara internet. Tahun tahun penuh ambisi, frustrasi, harap harap cemas, dan ketololan telah dilalui tanpa terasa. Barusan saya mengecek keyword 'resensi buku' di mesin pencari google. Blog ini masih nangkring di posisi awal. Mungkin pertanda baik. Mungkin karena keberuntungan. 

Karena masalah keberuntungan ini saya mengubah tampilan blog. Mudah mudahan tampilan baru ini lebih menyegarkan mata dan bikin betah berlama lama duduk kayak di cafe cafe itu. Mudah mudahan menu menu yang disajikan bisa menyenangkan hati. Syukur bila mendatangkan inspirasi. 

Walaupun sedikit agak terlambat, saya tetap mengucapkan selamat tahun bagi anda yang merayakannya. Bagi yang tidak merayakannya karena anda menganut kalender suku Maya atau Jawa Kuno, selamat tahun baru juga. Biarlah masalah kiamat tetap jadi urusan Tuhan. Urusan kita hanya sebatas cari makan.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca