Dan Brown, Angels & Demons: Illuminati (1)

”Sebagian besar orang Amerika memang tidak menganggap Eropa sebagai pemimpin dunia di bidang penelitian ilmiah. Mereka hanya melihat Eropa tak lebih dari sekadar distrik pertokoan kuno. Sebuah pemikiran yang aneh kalau Anda ingat dari mana Einstein, Galileo dan Newton berasal.”

Itu kata Maximilian Kohler, Direktur Jenderal CERN, Conseil Europeen pour la Recherche Nucleaire, kepada Robert Langdon yang terheran heran dengan besarnya laboratorium di Jenewa Swiss itu. Namun pernyataan selanjutnya mungkin lebih mengejutkan,

".....Sejak awal peradaban, spiritualitas dan agama digunakan untuk mengisi celah-celah yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Terbit dan tenggelamnya matahari dulu pernah dihubungkan dengan dewa Helios dan kereta kuda berapi. Gempa bumi dan gelombang pasang dianggap sebagai kemarahan dewa Poseidon. Ilmu pengetahuan kini membuktikan bahwa dewa-dewa itu adalah sembahan palsu. Tidak lama lagi Tuhan juga akan terbukti sebagai sembahan palsu. Kini ilmu pengetahuan telah menemukan jawaban untuk hampir semua pertanyaan yang bisa ditanyakan oleh manusia. Hanya ada beberapa pertanyaan yang masih belum terjawab, dan itu semua merupakan pertanyaan pertanyaan yang luar biasa sulit. Dari mana kita berasal? Apa yang kita lakukan di sini? Apa arti kehidupan dan alam semesta?”

Dan Brown memang kontroversial. Skeptisme, atau atheisme ringan saja masuk menjadi bagian dari cerita. Untungnya Brown juga menemukan cabang ilmu baru, neotic, yang lebih ramah terhadap agama dan spiritualitas. Dia menulisnya dalam novel The Lost Symbol.



Tapi apa yang menyebabkan Langdon yang profesor simbologi agama diundang ke fasilitas laboratorium fisika terbesar di dunia? Beberapa saat yang lalu, seorang ilmuwan mereka Leonardo Vetra dibunuh dengan dada korban terbakar membentuk ambigram Illuminati.... Simbol ini yang menyebabkan Kohler memanggil Robert. ".....Kata Illuminati berarti ’mereka yang tercerahkan’. Itu adalah nama sebuah persaudaraan kuno.” ujar Langdon. Berikut adalah dialog Langdon - Kohler yang telah saya ringkas:

”Sejak awal peradaban, sebuah jurang dalam telah terbentuk di antara ilmu pengetahuan dan agama. Ilmuwan ilmuwan yang berani bicara seperti Copernicus dibunuh oleh gereja karena mereka menguak kebenaran ilmiah. Tetapi pada tahun 1500-an, sebuah kelompok di Roma melawan gereja. Beberapa orang Italia yang sangat terpelajar, seperti para ahli fisika, matematika, dan ahli astronomi, diam-diam mulai mengadakan pertemuan untuk berbagi keprihatinan terhadap pengajaran gereja yang tidak benar. Mereka takut kalau monopoli gereja pada ’kebenaran’ akan mengancam pencerahan ilmuwan di seluruh dunia. Mereka mendirikan sebuah think tank, lembaga pemikir pertama di dunia, dan menyebut diri mereka sendiri sebagai ’orang-orang yang tercerahkan.’ Kelompok Illuminati itu. Tentu saja kelompok Illuminati itu diburu dengan kejam oleh Gereja Katolik. Hanya karena mereka dapat bersembunyi dengan baik, mereka bisa selamat. Pemikiran mereka pun tersebar ke seluruh ilmuwan bawah tanah, dan persaudaraan Illuminati berkembang serta melibatkan seluruh ilmuwan di seluruh Eropa. Para ilmuwan itu mengadakan pertemuan secara teratur di Roma di sebuah markas yang sangat dirahasiakan yang mereka sebut Gereja Illuminati.”

Gereja kemudian mulai kampanye untuk memberangus kelompok ini. Mereka di kejar kejar dan dibunuh. Banyak yang kemudian melarikan diri ke luar Italia. Akhirnya mereka 'menemukan' persaudaraan 'rahasia' juga, yang dapat melindungi mereka. Mereka menamakan diri Mason....  Para Illuminati ini kemudian masuk ke jajaran elit persaudaraan Mason. Jadinya semacam 'persaudaraan rahasia' dalam 'persaudaraan rahasia'. Mereka lambat laun memanfaatkan Mason untuk tujuan mereka.

”Kaum Illuminati berkembang menjadi semakin kuat di Eropa dan mulai memandang Amerika sebagai pemerintahan yang belum berpengalaman. Banyak dari pemimpin bangsa Amerika adalah anggota kelompok Mason, seperti George Washington dan Benjamin Franklin. Mereka adalah orang-orang yang jujur, taat kepada Tuhan tapi tidak menyadari cengkeraman kuat Illuminati dalam diri mereka. Kaum Illuminati mengambil keuntungan dari penyusupan itu dan berhasil mendirikan bank, berbagai perguruan tinggi, dan membangun industri untuk mendanai tujuan utama mereka.” Langdon berhenti sejenak. ”Tujuan mereka adalah dunia yang bersatu, semacam konsep New World Order atau Tata Dunia Baru yang sekuler.”

Gereja kemudian mencap mereka sebagai 'perkumpulan setan'. Suara Langdon terdengar muram. ”Pak Kohler, saya tidak tahu bagaimana atau kenapa tanda itu tercetak di dada Vetra ... tetapi anda sedang melihat simbol dari sebuah perkumpulan setan terkuat di dunia yang sudah lama tak tentu rimbanya.”

Jika anda mulai samar samar menemukan jalinan benang merah antara Angles & Demons, The Da Vinci Code, dan The Lost Symbol, memang begitu lah adanya. Ketiga lakon tersebut dijalani oleh bujangan profesor Harvard spesialis simbologi agama, Robert Langdon. Digambarkan sebagai pria berbusana sederhana, mengenakan jam tangan Mickey Mouse, melakukan olah raga berenang untuk menjaga kebugaran tubuh, dan senang bergaul dengan para mahasiswanya. Rumah yang dia tempati di Massachusetts bergaya Victoria dengan langit langit tinggi. Dia suka kebebasan. Dia menghindar untuk berumah tangga karena berpikir format rumah tangga mungkin akan mengurangi kebebasannya mengeksplorasi hobinya akan simbologi.


Seorang rekannya bertanya,
"Anda percaya Tuhan, Mr. Langdon?"
Jawaban Robert,
"Saya ingin mempercayai Tuhan...."

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca