Dan Brown, Angels & Demons: Vatikan (2)

Il Conclavo, berarti berkumpulnya para kardinal untuk memilih Paus baru. Paus lama baru saja wafat akibat stroke yang dideritanya ketika tidur. 165 kardinal dari seluruh dunia dikarantina untuk memilih salah seorang diantara mereka menjadi Paus. Saat yang mendebarkan untuk penganut Katolik di seluruh dunia. Namun Robert Langdon dan Vittoria Vetra bergegas ke Vatican City bukan untuk ritual itu. Sebuah spesimen antimateri baru saja dicuri dari laboratorium CERN, ditanam di Vatikan. Antimateri bila meledak... lebih dahsyat dari ledakan nuklir.



Kota Roma akan lenyap, dan tentu saja lembaga kePausan, panutan umat katolik seluruh dunia akan berakhir..... Hanya enam jam sebelum peledakkan. Tabung antimateri itu harus ditemukan.

Apa yang bisa diperbuat seorang pakar simbologi agama? Langdon sadar bahwa krisis ini berakar dari perseteruan ratusan tahun antara gereja dan Illuminati. Ironisnya baik gereja Katolik dan 'gereja' Illuminati sama sama berpusat di Vatikan..... Dan petunjuk itu tersimpan dalam arsip Vatikan, tepatnya dalam tulisan Galileo, musuh utama gereja, tokoh utama Illuminati. 

Mungkin ini bagusnya novel Dan Brown. Di sela sela thriller, dia sering kali menyisipkan saat saat Langdon memberikan kuliah dengan materi materi yang kontroversial bagi kebanyakan. Ini salah satu dialog yang menarik:

Maaf?” gadis yang duduk di deretan depan itu berkata lagi. Aku selalu pergi ke gereja, tapi aku tidak pernah memuja matahari!”
”Betulkah? Apa yang kamu rayakan pada 25 Desember?”
”Natal. Hari lahir Yesus Kristus.”
”Tapi, menurut Alkitab, Kristus lahir pada bulan Maret. Jadi kenapa kita merayakannya pada akhir Desember?”

Langdon tersenyum. ”Tanggal 25 Desember adalah hari libur kaum Pagan kuno, hari sol invictus—hari Matahari yang tak terkalahkan dan bertepatan dengan titik balik matahari pada musim salju. Itu merupakan saat yang luar biasa ketika matahari kembali bersinar, dan hari mulai bertambah panjang.”
Langdon menggigit apelnya lagi.
”Penyebaran agama Kristen,” dia melanjutkan, ”sering mengadopsi hari-hari suci yang ada supaya penyebaran itu tidak terlalu mengejutkan. Hal itu disebut transmutasi. Itu membantu orang untuk menyesuaikan diri dengan agama baru mereka. Para mualaf itu masih terus mempertahankan tanggal-tanggal suci mereka berdoa di tempat-tempat suci yang sama, menggunakan simbologi yang sama ... dan mereka dengan mudah mengganti Tuhan yang lain.”

Sekarang gadis di depan itu tampak marah. ”Kamu menyindir kalau agama Kristen hanyalah ... pemujaan matahari dengan selubung yang lain?”

”Sama sekali tidak. Agama Kristen tidak hanya meminjam dari para pemuja matahari. Ritual dalam agama Kristen untuk menyucikan seseorang diambil dari ritual ’pengangkatan dewa milik Euhemerus. Sementara ritual ”Tuhan makan’ atau Perjamuan Suci adalah ritual yang diadopsi dari dari Aztec. Bahkan konsep Kristus mati untuk menebus dosa diperdebatkan sebagai sesuatu yang bukan hanya milik Kristen; pengorbanan diri seorang pemuda untuk menebus dosa-dosa rakyatnya tampaknya merupakan tradisi Quetzalcoatl.”
Gadis itu melotot. ”Jadi, apa yang asli dari agama Kristen?”
”Dalam setiap agama yang terorganisir hanya sedikit ritual yang asli. Agama-agama tidak terlahir begitu saja. Agama itu berkembang dari agama lainnya. Agama modern merupakan sebuah susunan ... sebuah percampuran catatan sejarah mengenai pencanan manusia untuk mengerti Tuhan.”

”Mmm ... tunggu dulu,” Hitzrot mencoba-coba, tampaknya dia sudah terbangun sekarang. ”Aku tahu sesuatu yang asli dari Kristen. Bagaimana dengan gambaran kita akan Tuhan? Kristen tidak pernah menggambarkan Tuhan sebagai dewa matahari, elang, atau seperti orang Aztec, atau apa saja yang aneh. Gambaran itu selalu merupakan seorang lelaki tua dengan janggut putih. Jadi gambaran kita tentang Tuhan adalah hal yang asli, bukan demikian?”
Langdon tersenyum. ”Ketika orang-orang Kristen pertama beralih meninggalkan tuhan mereka yang terdahulu—dewa-dewa Pagan, dewa-dewa Romawi, Yunani, matahari, Mithraic, apa pun itu rnereka bertanya kepada gereja, bagaimana rupa Tuhan Kristen mereka yang baru. Dengan bijaksana, gereja memilih wajah yang paling kuat, paling ditakuti ... dan paling terkenal dari seluruh catatan sejarah yang ada.”
Hitzrot tampak ragu, ”Seorang lelaki tua dengan janggut putih yang melambai-lambai?”
Langdon menunjuk poster yang berisi hirarki dewa-dewa kuno yang tergantung di dinding. Di puncaknya duduk seorang lelaki tua dengan janggut putih yang melambai-lambai.
 ”Apakah Zeus terlihat sebagai tokoh yang cukup kalian kenal?”
Kuliah itu berakhir tepat pada petunjuk itu.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca