Sherlock Holmes: The Valley of Fear, 1914

John Douglas, tewas tertembak di kastilnya, Manor House, Birlstone. Kastil? ya, karena rumah itu dikelilingi parit. Satu satunya jalan masuk hanya jembatan yang bisa dinaikturunkan. Penerangan dengan lilin dan lampu minyak. Tidak heran karena cerita ini berseting sekitar tahun 1882. Asyik. Ini cerita jamannya para ksatria, namun ilmu forensik sudah mulai berkembang. Sherlock, dr.Watson dan petinggi Scotland Yard, Inspektur MacDonald (bukan McDonald yang 'itu') menyambangi tempat kejadian. Sehari sebelumnya Sherlock memang menerima sandi yang dikirim orang misterius yang berisi nama orang dan tempat. Namun tak dinyana ternyata mengarah pada pembunuhan Douglas. Kalau begitu, ini bukanlah pembunuhan biasa.

Di TKP mereka menemukan petunjuk petunjuk aneh. Korban ditembak dari jarak dekat oleh senjata dengan laras yang dipotong. Namun kenapa ada barbel dan cincin kawin yang hilang dari mayat korban. Ada Cecil Barker sahabat mendiang korban, yang nampaknya pagar makan tanaman. Disinyalir dia mempunyai affair dengan Mrs. Douglas. Tiba tiba tersiar kabar ada seorang wisatawan yang hilang, sepeda yang ditinggalkannya dicurigai dipakai pembunuh Douglas sebagai sarana melarikan diri. Atau dia sendiri pembunuhnya? Sebab seperti yang dikatakan Mrs. Douglas, hari hari menjelang kematiannya, sang suami tampak gelisah dengan kehadiran sang wisatawan.

Menurut Sherlock, seharusnya setiap petunjuk merupakan satu kesatuan skenario yang utuh. Namun bagaimana skenario yang sesungguhnya terjadi? Akhirnya sang detektif minta untuk dikurung di kamar TKP selama satu malam! Pagi pagi sekali dia datang dengan ide brilian... kita jebak pembunuhnya! katanya. Nah, keringkan parit!....

Boleh saya katakan ini kasus yang jenius dari Sir Arthur Conan Doyle. Anda boleh bandingkan dengan Pembunuhan atas Roger Ackroyd-nya Hercule Poirot Agatha Christie. Kejutan yang sukar anda duga. Sherlock menebaknya dengan jitu sebagian atas hasil risetnya terhadap kastil, dan penelusuran terhadap masa lalu Doulas di Amerika. Angka sempurna untuk kasus pembunuhan!

Cuman, pengungkapan kasus ini rasa rasanya terlalu cepat. Dari 300 halaman novel terjemahan Gramedia ini, pada sekitar halaman 150an kasus ini terpecahkan. Sherlock menutupnya dengan meyakinkan. Lho sisa halaman lainnya? yang itu bagian kedua novel ini. Isinya adalah riwayat masa lalu Mr. Douglas di Amerika. Jadinya memang boring, tidak ada lagi misteri. Antiklimaks!

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca