Ir. Soekarno, Di Bawah Bendera Revolusi: Soekarno Jadi Analis Perang?


Tahun 1941, itu sedang seru serunya kecamuk perang dunia kedua di Eropa. Rupanya berita perang sampai juga ke Hindia Belanda. Orang orang di sini tak kalah serunya membahas strategi perang seperti membicarakan bola. Rupanya Bung Besar juga turut nimbrung. Entah beliau memihak mana, pihak sekutu atau Jerman cs.

Secara khusus Soekarno mengkritisi tulisan Frits Sternberg di majalah Asia. Ada gagasan yang lumayan brilian dari si Frits bahwa sebenarnya pihak Inggris bisa menggunakan penduduk negeri yang diduduki Jerman (Polandia, Belanda, Perancis, Belgia, Denmark, Norwegia, Czech) plus rakyat Jerman sendiri yang anti Hitler untuk melawan Hitler. Dia mengklaim angkanya bisa mencapai 1 juta orang. Jumlah yang tidak sedikit bila dimobilisasi untuk menumbangkan dominasi NAZI.

Namun nyatanya potensi satu juta orang tersebut tidak tergerak untuk sekedar menggoyang kekuatan sang Fuhrer dari dalam. Dan Inggrispun kelihatannya lebih bertumpu mengandalkan sekutunya Amerika dan Rusia. Masih menurut Frits, rakyat Jerman enggan membantu Inggris karena war-aim (niat perang) Inggris. Mereka mencurigai bila pihak sekutu menang, maka perjanjian Versailles jilid 2 akan makin menyengsarakan bangsa Jerman. Masih basah dalam ingatan mereka, perjanjian Versailles paska PD I amat melukai harga diri Jerman sebagai bangsa. Jadi pada saat itu, secara psikologis rakyat Jerman lebih memilih musnah sekalian dari pada kalah untuk kemudian dipermalukan.

Maka Frits kemudian 'menyarankan' agar Inggris mengubah war-aim nya. Serukan bahwa mereka berperang untuk memerdekakan rakyat Jerman menuju rakyat yang berdaulat atas ekonomi dan politik mereka sendiri. Hhhh, sesuatu yang dicurigai, tidak dipercayai oleh rakyat Jerman kebanyakan kala itu.

Nyatanya potensi 1 juta orang itu tidak pernah benar benar tergarap. Dan seperti komentator bola, Bung Karno menyerahkan babak selanjutnya PD II kepada suratan takdir. Si Bung tidak pernah secara tegas mengatakan pihak mana yang akhirnya berjaya.

>> Dapatkan penawaran khusus buku ' Di Bawah Bendera Revolusi ' jilid pertama cetakan ketiga 1964. Klik disini.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca