Lucy (dan Arkhytirema): I am Everywhere...


Hasil gambar untuk lucy

....... mythocondria. Organ dalam tubuh manusia inilah yang menjadi pembeda di antara pergaulan bangsa bangsa di galaksi. Mythocondria adalah organ dalam tubuh yang mempengaruhi tingkat berpikir dan energi. Umumnya manusia sekarang, menurut Kang Dicky, mempunyai tingkat energi 2,5% saja. Karena memang organ mythocondria-nya dibatasi oleh klad untuk selevel itu. Bangsa lemurian dulu mempunyai rata rata penguasaan energi 40%. Makanya mereka dengan mudah mengembangkan teknologi kristal, levitasi, dan telepati. Bangsa lain semisal Bropa bisa mengembangkannya hingga 100%... (Arkhytirema, Kang Dicky).

Aha! tadi malam saya nonton film Lucy, jadi teringat novel Arkhytirema besutan Kang Dicky. Film Lucy (Lucy = dewasa) bercerita tentang penggunaan otak manusia primitif, yang diwakili oleh manusia monyet yang oleh orang jaman sekarang dalam musium dinamai Lucy. Anda boleh membayangkan Lucy seperti dalam teori evolusi Darwin. Ada juga Lucy, bule yang tinggal di Taiwan. Diperankan Scarlett Johanssen, si Lucy nampaknya tipe cewek dugem yang diminta sang pacar, Richard untuk mengantarkan paket ke hotel Regent, hotel mewah di Taipeh. Minta ketemu Mr. Jang, lalu beres, kata Richard. Yang terjadi selanjutnya mengerikan. Richard ditembak di depan hotel, dan Lucy digelandang ke sebuah suite. Emang thriller banget.

Ternyata kelompok si Jang (diperankan Coi Min Suk) yang korea ini (nampaknya mafia telah bergeser dari Triad dan Yakuza) merupakan mafia narkoba internasional dengan pasukan bersenjata tiada ampun. Apa daya seorang Lucy yang teler, dihadapan para pria yang tidak bisa berbahasa Inggris, dan ringan menggampar kapan saja?


Singkat cerita si Lucy beserta beberapa korban lainnya  menjadi kurir narkoba internasional dengan kota kota tujuan dunia, Berlin, Roma, Paris. Malang bagi Lucy, sebelum berangkat ia coba 'dikerjain' salah seorang begundal. Karena menolak, tubuhnya dipukuli dan ditendang. Termasuk ke bagian perut yang baru saja disayat untuk memasukkan paket narkoba jenis baru.

Cerita yang lain baru saja dimulai. Di belahan dunia selebihnya, Profesor Norman (diperankan Morgan Freeman) sedang mengadakan kuliah terbuka tentang kemampuan otak manusia. Konon ketika masih primitif, manusia hanya menggunakan 1% dari kemampuan otaknya. Di dunia modern kini, manusia hanya menggunakan otak hingga 10% saja. Apa yang terjadi bila otak kita menembus penggunaan 10%, dan bagaimana caranya?

Kembali ke Lucy yang dipukuli,  baru saja terbangun dari pingsannya dengan kondisi yang lain sekali. Tubuhnya benar benar bugar, dan inderanya super sensitif. Para begundal yang dulu ditakuti dengan mudah ditundukkan. Dia bisa melihat dunia dari perspektif yang berbeda! Dalam kebingungan, ia kemudian memilih pergi ke ruang operasi dan berkonsultasi dengan dokter bedah. Kru operasi dipaksa untuk mengeluarkan narkoba yang ditanamkan dalam usus Lucy. Ternyata jumlahnya sudah berkurang banyak... diserap pembuluh darah Lucy dan menstimulasi kemampuan otak menembus 10%. 

CPH4 sejatinya nutrisi dalam kandungan, kata dokter bedah sambil memandang takjub pasiennya yang dibedah tanpa pembiusan. Jumlahnya kecil, namun efeknya seperti bom, yang memungkinkan bayi 'on'. CPH4 yang ditanamkan dalam perut Lucy adalah CPH4 sintetis. Efeknya dalam beberapa jam sungguh dramatis. Dalam kondisi 20% perilakunya bak Superman. Dari kamar operasi, seorang diri dia menerobos markas Jang, meninggalkannya dalam kesakitan yang amat.

Langkah selanjutnya adalah... riset. Hasil seraching googgle membawanya terhubung dengan Sang Profesor. Diskusi yang mengharu biru membulatkan tekad Lucy untuk mencapai kemampuan otak 100%. Mereka berjanji untuk bertemu di Paris untuk melanjutkan riset.


Dari jam ke jam, kemampuan Lucy terus meroket. 20%, 40%.. 70%. Namun untuk itu ia butuh 4 paket CPH4 yang dibawa sesama kurir. Bekerja sama dengan interpol Perancis, Captain Pierre del Rio akhirnya empat kurir berhasil ditahan sang kapten. Namun Rupanya gang Mr. Jang belum menyerah. Mereka berupaya merebut kembali paket CPH4 dari tangan interpol. Terjadi adegan seru kejar kejaran di Paris. Lucy yang bak dewa berhasil merebut paket, dan membawanya ke laboratorium di Paris, sekaligus bertemu dengan Profesor Norman. 

Dengan menggunakan fasilitas laboratarium, empat paket CPH4 diinfuskan ke tubuh Lucy. Namun proses infus berkejaran dengan gang Mr. Jang yang merangsek masuk ke Laboratorium. Ketika Lucy nyaris mencapai 100%, peluru dari Mr. Jang siap ditembakkan ke kepala Lucy. Tanpa bermaksud membocorkan jalan cerita, Lucy berhasil mencapai kondisi 100%, dan Mr. Jang tewas ditembak Captain Pierre. Namun apa yang terjadi setelah Lucy mencapai 100%?

Akan banyak interpretasi mengenai apa yang terjadi pada Lucy. Tapi saya menyukai pendapat bahwa manusia dengan kemampuan otak 100% akan berubah menjadi cahaya. Lucy, di mana kamu, tanya profesor Norman sesaat setelah Lucy 'menghilang' begitu saja. Tiba tiba sms sang profesor berdering: I'm  everywhere...

Ide cerita yang sama sebenarnya lebih dahulu ditemukan Kang Dicky dalam novel Arkhytirema yang belum rampung itu. Namun membandingkan Lucy dan Arkhytirema sungguh jomplang. Sama sama berbasis science fiction, Lucy jelas lebih menghibur, lebih realistis untuk menjadi nyata. Dalam durasi 1,5 jam, pesan yang hendak disampaikan tentang perjalanan kapasitas otak dari 10% ke 100% menyentuh penontonnya secara paripurna. Kita harus menunggu trilogi berikutnya dari kang Dicky untuk melihat Arkhytirema 100%.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca