We Are The Famous Five

We are The Famous Five,
Julian, Dick, and Anne, George and Timmy The Dog...

(from theme song's Famous Five TVseries)



Bagi yang mengalami saat Sekolah Dasar dengan bacaan Lima Sekawan, berbahagia lah. Buku yang sangat indah, dengan petualangan seru dalam dunia yang indah dan damai pula. Saat itu tahun 80an. Indonesia berada dalam kondisi yang sangat stabil. Anak anak dapat membaca buku tanpa banyak diganggu televisi dan gadget. Imajinasi mereka berkembang, dan bahagia dengan apa yang mereka baca.

Ada kereta api hantu. Ada pulau dengan puri dan terowongan rahasia dasar laut. Ada saat saat salju dan logam rahasia. Ada ilmuwan jenius yang diculik. Ada sirkus, dan tradisi minum teh ala Inggris. Bersepeda, berkuda, berlari lari di pantai, dan mendayung perahu. Apa yang harus dilakukan anak anak seusia mereka, mereka lakukan dengan riang dan gairah yang meluap luap. Tidak diceritakan mereka menonton televisi atau memijit mijit tombol smartphone. Paling siaran radio.

Julian, Dick, Anne, Georg(ina), dan Timmy si anjing. Mereka anak anak santun, yang dididik dengan tradisi. Kala di rumah, mereka harus membuka topi yang dikenakan. Tak pernah melewatkan saat minum teh, roti yang mereka makan jenis sandwich. Tidak diceritakan mereka tawuran, atau terlalu menonjol nonjolkan fesyen dan gaya rambut. Tidak pula ada kisah asmara, atau pacaran. Standar pergaulan mereka benar benar sopan. Mereka natural, mengalir layaknya anak anak yang menapak remaja. Mereka bukan fans fanatik sebuah grup band. Mereka bukan anak anak sombong dari kalangan kaya, bukan pula yang menjual kemiskinan sebagai tema cerita. 

Enid Blyton, sang pengarang, nampaknya hanya ingin memberikan kebahagiaan bagi pembacanya. Dan, it works! Saya tak bisa membayangkan masa kecil saya tanpa Lima Sekawan, Sapta Siaga, Pasukan Mau Tahu, dan seri Petualangan. Lima sekawan merupakan buku paling terkenal, Sapta Siaga adalah buku paling tipis (mungkin diperuntukkan bagi pemula), 'Petualangan' buku paling tebal, setebal buku Harry Potter, Pasukan Mau Tahu adalah buku lucu. Kesamaan tiap buku adalah semua bertemakan petualangan sekelompok anak anak dan binatang peliharaan mereka.

Buku buku yang juga populer masa itu adalah Trio Detektif Alfred Hitchcock. Ada Little House on The Prairi, dan tentu saja seri kisah petualangan Tintin-nya Herge. Itu cerita vitamin semua! eh, tentu saja komik Superman dan Batman. Dari tanah air, ada Gundala dan Si Buta Dari Goa Hantu. Cuman yang disebut terakhir lebih pantas dikonsumsi orang dewasa. Belum ada manga kala itu, Oom! Ada catatan menarik, kala itu TVRI menyiarkan Famous Five alias Lima Sekawan versi televisi. Coba tebak! Sebagai anak usia SMP waktu itu, saya benci versi televisi itu. Segala keindahan dalam benak saya benar benar rusak.

1 komentar:

zaskia mengatakan...

nice post sob..
article yang menarik,saya tunggu article berikutnya yach.hehe..
maju terus dan sukses selalu...salam kenal yach...
kunjungi blog saya ya sob,banyak tuh article2 yang seru buat dibaca..
agen poker online terpercaya...poker uang asli..
http://chaniaj.blogspot.com/ dan situs kesayangan kami http://oliviaclub.com
serta sites.google kebanggaan kami https://sites.google.com/site/pokeronlineterpopuler/
di oliviaclub.com poker online uang asli terbaik di indonesia dengan teknologi teraman dan tercanggih.
main dan ajak teman anda bergabung dan dapatkan 20% referral fee dari house commision untuk turnover teman ajakan anda...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca