JK Rowling, Harry Potter : Mengisi kekosongan imajinasi.

Kehadiran Harry Potter bagi saya lebih kepada pengisian kembali imajinasi keseharian kita yang miskin. Miskin akan ide, hal hal fantastis, dan bagaimana seharusnya menjalani hidup yang lebih bergairah. Ia menjawab kehausan kita sebagai orang dewasa akan kenangan indah masa kecil.
Dan ia pula yang menggugah imajinasi anak anak kita dengan memperkenalkan tokoh idola Harry Potter yang kesepian, sendiri dalam kemurungan, namun perlahan lahan  menemukan bakat terpendamnya. Ia yang kemudian menemukan kehangatan di tengah teman, keluarga, dan guru guru sihirnya. Dan akhirnya harus menuntaskan misi hidupnya sebagai pembebas dunia dari cengkraman kegelapan.


Ke depan, saya akan mencoba resensi ke tujuh buah cerita Harry Potter ini. Tentunya dengan perspektif khas ala Esa. Sampai jumpa.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca