Dan Brown, Da Vinci Code (2).

Sejak versi Indonesianya dirilis pada tahun 2004, buku ini ditenggarai sebagai akan memukau nalar mengguncang iman. Namun, benarkah demikian ?



Tidak ada bukti yang sahih bahwa kehadiran Da Vinci Code telah mengerupsi keimanan umat Nasrani. Tetapi kontroversi yang bergulir cukup untuk menciptakan skeptisme tidak saja di kalangan pemerhati sejarah namun juga masyarakat kebanyakan.

Ok, kita sambung dulu kisah pelarian Robert dan Sophie.
Tak dinyana, Sophie ternyata cucu dari Jacques Saniere, kurator Museum ini. Pada saat sekarat, sang kakek masih sempat menuliskan simbol simbol, yang hanya dapat dipecahkan oleh Langdon dan Sophie. Demi memenuhi amanat dibalik simbol, terpaksa mereka berdua memilih kabur. Selain panjang dan melelahkan, pelarian ini juga sangat 'berbobot' karena di selingi dengan dialog dialog yang mengungkap sisi lain sejarah dan simbologi. 

Diantaranya adalah tentang 1,618 atau phi atau proporsi agung, mata ajar favorit Langdon. Atau anagram, sebuah seni memainkan huruf. Atau misteri senyum monalisa yang dapat dilacak hingga dewa dewi Mesir. Lainnya adalah pentakel yang terlanjur dicap sebagai simbol setan. Dan akhirnya tentang Biarawan Sion, sekte rahasia kakeknya. Wawasan Dan Brown untuk urusan simbologi ini memang luar biasa. Tidak salah kata kata 'memukau' dan 'mengguncang' di alamatkan kepada dirinya. Paduan antara kepandaian merangkai kisah dan riset yang mendalam.

Apakah sebenarnya yang diamanatkan atau diwariskan sang kakek kepada Sophie hingga perlu dilindungi dengan simbol berlapis dan disimpan dalam brankas sebuah bank Swiss ? Inilah Holly Grail....

Holly Grail, Cawan suci yang dipergunakan untuk minum oleh Yesus dalam perjamuan terakhir, atau...benarkah pengertiannya demikian? Robert memutuskan untuk mengunjungi dan bertanya kepada Sir Leigh Teabing. Sementara Kepolisian Perancis terus memburu mereka. Namun tak kalah berbahaya adalah biarawan Opus Dei, Silas, albino yang membunuh atas nama Tuhan. Dan gerakannya semakin mendekat... 

bersambung.

2 komentar:

ana mengatakan...

yang pasti, setelah muncul buku ini, banyak banget bermunculan buku2 yang mirip dan senada... hmmm..

Esa Nugraha Putra mengatakan...

hmmm ...mantap konspirasinya....
jadi puyeng bacanya.....
jadi panjang resensinya....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca