Agatha Christie, Dari Mana Agatha Mendapatkan Ide Idenya?

Pertanyaan besar yang menggelayut selama ini adalah dari mana saja Agatha mendapatkan ide ide cerita untuk novelnya. Agatha Christie malah mengatakan dia tidak pernah tahu dari mana datangnya ide-ide untuk novel barunya:

"Plot datang padaku pada saat-saat aneh seperti ketika saya sedang berjalan jalan, atau berkunjung ke sebuah  toko topi ... tiba-tiba sebuah ide yang bagus datang ke kepala saya." 

Inspirasi Christie datang dari kehidupan sehari hari. Dia tertarik pada kehidupan militer, bangsawan, perawan tua, janda dan dokter lingkaran keluarga teman-temannya. Dia seorang pengamat alami yang secara akurat bisa melukiskan intrik intrik perdesaan, persaingan, dan kecemburuan antar anggota keluarga. Cucunya, Mathew Prichard, telah menggambarkan beliau sebagai "orang yang lebih banyak mendengarkan daripada berbicara, yang bisa melihat lebih dari yang terlihat."

Sejarawan CV Wedgwood menulis tentang Christie: "seting cerita, karakter dan dialognya selalu akurat karena  semuanya berdasar observasi. Tidak ada yang dapat menandinginya dalam hal ini. "

Dia membuat catatan dalam puluhan buku catatan, mencatat ide-ide, plot cerita dan karakter yang datang melintas di kepalanya. Christie menghabiskan waktu kerjanya untuk merenungkan semua rincian dan petunjuk di kepalanya sebelum meletakkan pena ke kertas. Anak tirinya, Anthony Hicks, pernah berkata, " Ketika dia sedang menulis, dia tidak perlu menutup diri seperti yang dilakukan penulis lain. "

Pada mulanya, Christie mendiktekan karya-karyanya kepada asisten yang akan mengetik naskah untuk diedit.  Namun pada tahun tahun berikutnya, Christie merekam buah pikirannya ke dalam tape recorder.
Sering terjadi kejadian dalam kehidupan sehari-hari dan pengamatan kasual memicu plot baru. Buku kedua Secret Adversery berasal dari percakapan yang terdengar di sebuah toko teh.  Murder on the Link dipicu oleh sebuah artikel surat kabar tentang kematian yang mencurigakan di Prancis. Sebuah perjalanan menuju teater untuk menyaksikan aktris Ruth Draper menginspirasinya untuk menulis Lord Edgware Dies. Buku buku catatannya dibuat mudah dibaca dan menjadi benih bagi beberapa cerita baru. Pada tahun 1963 misalnya, buku catatannya membuat rincian dari plot cerita yang sedang dibangun : 
"India Barat buku - Nona M? Poirot. . . B & E tampaknya dimaksudkan - sebenarnya B dan G (Georgina) telah berselingkuh selama bertahun-tahun. . .Si 'kodok'  tua Mayor tahu - dia telah melihat sebelumnya - dia dibunuh ".
Caribbean Mystery  diterbitkan pada 1964 dengan "Si Kodok Tua" sebagai korban pertama. Pulau Karibia dilukiskan dengan indah dan mungkin didasarkan pada St Lucia, sebuah pulau yang pernah dikunjungi Christie saat berlibur. 
Entri lain dimulai, "Nona M, kereta datang dari London ke Reading? Pria mencekik seorang wanita. Kereta itu? 3,55, 3.19. "Tentu saja kita sekarang tahu itu adalah 4:50 from Paddington, tapi banyak dari ratusan plot, tokoh pengalih perhatian dan tersangka dari imajinasinya yang kaya tidak semuanya tertampilkan dalam novelnya kemudian. Seperti Agatha Christie bilang:
"Tidak ada kata cukup ketika Anda mulai membuat sketsa untuk bab pertama, pun saat menggumam sendiri saat cerita mulai bergulir."

gambar adalah tape recorder pertama Agatha. Sumber gambar dan tulisan :http://agathachristie.com

5 komentar:

inibukukoe mengatakan...

Rata-rata penulis yg berbakat dapet idenya sama ya bisa sewaktu-waktu dan sedikit2, dikumpulin dan suatu saat baru dikembangin jd satu cerita utuh.

Btw kemarin baru selesai baca the broker, ceritanya bagus meski kisah pelarian backman rada ga masuk akal, secara dia diburu agen rahasia dr berbagai negara gitu loh... belum sempet nulis reviewnya...

makasih banyak ya bang, atas bukunya :)

dewiyani mengatakan...

Rata-rata penulis yg berbakat dapet idenya sama ya bisa sewaktu-waktu dan sedikit2, dikumpulin dan suatu saat baru dikembangin jd satu cerita utuh.

Btw kemarin baru selesai baca the broker, ceritanya bagus meski kisah pelarian backman rada ga masuk akal, secara dia diburu agen rahasia dr berbagai negara gitu loh... belum sempet nulis reviewnya...

makasih banyak ya bang, atas bukunya :)

Esa Nugraha Putra mengatakan...

sama sama mbak Dewi. Selamat membaca. makasih sudah berkunjung.

syamsuri12 mengatakan...

jujur saja...saya tidak terlalu suka membaca buku novel... tetapi saya selalu tertarik untuk tahu bagaimana "proses kreatif" seorang pengarang, punlis dalam berkarya...
postingan yang inspiratif...

Esa Nugraha Putra mengatakan...

Terima kasih mas Syamsuri. Saya juga melihat anda punya blog yang bagus. Terutama posting anda mengenai tips tips kehidupan. Salam untuk keluarga di Kalimantan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca