Apa Saja Keunggulan Agatha Christie Dibanding Penulis lain

Ya, apa saja keunggulan Agatha Christie dibanding penulis generasi sebelumnya, pada generasinya, dan dengan generasi sesudahnya. Sekurang kurangnya ada empat hal besar yang menjadikan karya karya beliau menonjol dan dikenang sepanjang masa. Inilah dia:



Pertama Agatha dengan tegas membedakan tokoh tokoh yang dilahirkannya dengan detektif generasi 'Sherlock Holmes' yang menyandarkan metodenya dengan mengumpulkan, mengurai, dan melakukan sintesa bukti bukti. Detektif yang dilahirkannya adalah generasi kedua yang lebih mengutamakan kerja 'sel sel kelabu' sehingga seorang detektif tidak terlalu perlu mengandalkan kemampuan pisiknya untuk memecahkan kasus. Cukup duduk termenung di ruang kerjanya atau sambil menyulam seperti kebiasaan Jane Marple.

Yang kedua adalah Agatha tidak pernah mengulang tokoh yang sama, atau profesi yang sama, atau metoda yang sama untuk seorang pembunuh. Bisa saja yang menjadi pembunuh adalah dia laki laki atau perempuan, aku yang bercerita, orang rame rame membunuh, bahkan terakhir, Poirotpun menjadi seorang pembunuh. Bisa terjadi seorang dokter yang membunuh, seorang perawat, apoteker, suami mata keranjang, istri yang cemburu, polisi!, hakim!, atau yang paling spektakuler seorang anak berumur duabelas tahun. Di sini mungkin letak keunggulan Agatha. Kejutan kejutannya tak terpatahkan.

Ketiga : Metoda pembunuhan. Novel novel terbaik bersandar pada ini. Bagaimana menjelaskan sembilan orang di pulau terpencil tewas semuanya tanpa kehadiran orang lain. Siapa membunuh siapa. Bagaimana alibi dibangun sedemikian kuatnya sehingga pembunuh berada jauh di luar TKP pada saat kejadian ( Roger Ackroyd dan Poirot Christmas ), sampai pembunuhan dengan guna guna! ( Pale Horse).

Yang terakhir, ini penemuan penting saya (serasa, deh). Ternyata Agatha membuat asumsi dari awal bahwa tokoh tokoh yang diciptakannya adalah orang orang pakar yang dapat mengenali seorang pembunuh hanya dari sekilas pandang saja ( secara agak berlebih Agatha mendemonstrasikannya dalam murder on the link). Mungkin kita akan menganggap ini omong kosong ala Agatha. Namun hampir seratus tahun kemudian Malcolm Gladwell membenarkan teori Agatha ini dalam best sellernya, blink.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca