Agatha Christie, Maut di Udara (Death in the Clouds, 1935)

Maut di Udara. Jane Grey, seorang penata rambut di London, baru saja mendapat keberuntungan dengan memenangkan lotere sebesar 100 poundsterling. Dia masih muda, dan tak ingin beranjak tua tanpa pernah menjejakkan kaki di Paris. Dia pun mewujudkan impiannya untuk pergi ke Paris, dan berjudi hingga nyaris bangkrut. Untunglah seorang 'pangeran' menyelamatkan taruhan terakhirnya. Dia pulang dari Paris dengan pesawat Prometheus, duduk bersebelahan dengan Hercule Poirot....

Siapapun yang dekat dekat dengan Poirot akan mendapat tuah, tuah terlibat dalam kasus pembunuhan. Dan pembunuhan itu memang terjadi. Korbannya adalah Madame Giselle, kali ini wanita tua - berkebangsaan Perancis. Wanita tua dengan wajah tidak menarik. Dengan masa lalu yang tak banyak diketahui pula. Namun dia public figure dan dikenal luas di kalangan pergaulan kelas atas - sebagai rentenir. Tidak hanya di negerinya sendiri, jaringan Madame Giselle juga meliputi Eropa lainnya. Sang Madame menjadi kaya raya dari bisnis pinjam meminjam duit ini. Orang akan mengenangnya sebagai wanita yang berwatak kuat, jujur, dan keji... Apakah profesinya yang tak lazim itu yang membuatnya terbunuh? sebuah maut di udara...

Resensi lebih lengkap Maut di Udara (Death in the Clouds), klik di sini.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Paling Banyak Dibaca